Detail Cantuman
Advanced SearchText Word
PERCEPATAN MODERNISASI PERTANIAN • MELALUI PEMANTAPAN KELEMBAGAAN PETANI PENGELOLA ALAT MESIN PERTANIAN YANG PROFESIONAL
Salam Redaksi,
Program Upaya Khusus (UPSUS) Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) yang dirintis sejak tahun 2015 akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan pada tahun 2016, antara lain melalui peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman (IP) yang ditempuh dengan meningkatkan ketersediaan air irigasi, benih, pupuk dan penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Upaya mengejar masa tanam optimal dilakukan melalui percepatan pengolahan tanah dan penanaman serentak, serta penyediaan air melalui pemanfaatan alsintan dan antisipasi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menjadi fokus utama kegiatan Upsus Pajale pada tahun 2016.
Untuk mendukung ketersediaan alsintan, Kementerian Pertanian (Kementan) cq. Direktorat Jenderal Prasarana Sarana, mengalokasikan anggaran untuk penyediaan alsintan pra-panen berupa traktor roda dua dan roda empat beserta kelengkapannya untuk mempercepat pengolahan tanah, pompa air dan mesin mini excavacor untuk mendukung ketersediaan air irigasi, rice transplanter beserta kelengkapannya untuk mempercepat proses penanaman, serta hand sprayer untuk pengendalian OPT. Pada tahun anggaran 2016 ini Kementan merencanakan memberikan bantuan alsintan berbagai jenis ke petani dalam jumlah yang pantastis hingga mencapai 80.000 unit tahun 2016 ini. Bantuan ini sangat tepat dilaksanakan mengingat waktu yang sudah sangat terlambat menuju pertanian modern yang efektif, dan efisien.
Untuk mendapatkan gambaran pengelolaan alsintan menuju pertanian modern tersebut, hubungannya dengan pelaksanaan UPSUS Pajale, Ekstensia Edisi XII Tahun 2016 ini menurunkan tema: "Melalui Pengelolaan Alat Mesin Pertanian yang Profesional kita Mantapkan Kelembagaan Petani dalam rangka Percepatan menuju Pertanian Modern mendukung UPSUS Pajale".
Seperti biasa, edisi ini menyampaikan enam jenis rubrik yang disajikan masing masing dalam dua tulisan, yakni Opini, Wahana, Program Pemberdayaan, Swadaya, Gema, Wawasan/Iptek, dan Sosok. Untuk mendapatkan gambaran yang utuh mewakili kondisi lapangan yang faktual, lokasi pengambilan contoh yang digambarkan tidak hanya terbatas di Pulau Jawa, tetapi menyebar ke Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan. Selain menggambarkan kondisi pemanfaatan alsintan di lahan mineral, juga disampaikan untuk lahan rawa di Sumatera, dan Kalimantan, yang merupakan pengembangan pertanian untuk masa depan.
Besar hafapan Redaksi, rubrik yang dimuat dalam edisi ini dapat menambah ilmu, pengetahuan, pengalaman, wawasan, motivasi, khususnya bagi para Penyuluh Pertanian, pelaku utama, pelaku usaha, dan masyarakat tani lainnya dimanapun berada, untuk segera dapat mewujudkan pertanian modern seperti tema di atas.
Ketersediaan
| FIP00001A&H | agroteknologi | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
agroteknologi
|
| Penerbit | Fakulas Ilmu Pertanian Prodi Agroteknologi : Unasman., 2016 |
| Deskripsi Fisik |
98 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
No. 0853-5922 I
|
| Klasifikasi |
agroteknologi
|
| Tipe Isi |
text
|
| Tipe Media |
Book
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
online resource
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
98 hlm.
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Dekan Fakultas Pertanian
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






