<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="319">
 <titleInfo>
  <title>PEMBELAJARAN INOVATIF</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KHANIFATUL, S.Pd.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">YOGYAKARTA</placeTerm>
   <publisher>AR-RUZZMEDIA</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text Word</form>
  <extent>SAMPUL BERWARNA HIJAU, TERDIRI DARI 116 HALAMAN, U</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Seorang pendidik memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pembelajaran. Salah satu cara untuk menentukan kualitas tersebut adalah dengan strategi pembelajaran yang menyenagkan. Strategi ini akan tercipta apabila suasana pembelajaran benar-benar dapat dinikmati secara nyaman oleh siswa, misalnya dengan lingkungan yang kondusif, tata ruang kelas yang menarik, iringan music, dan lain-lain. Termasuk pula di dalamnya ada selingan humor.&#13;
Mungkin seperti itulah pesan yang coba disampaikan Khaniful,S.Pd. melalui karyanya “Pembelajaran Inovatif”. Buku ini menerangkan tentang kegiatan mengelola system pembelajaran di kelas membutuhkan kemampuan secara professional dari guru. Maksunya agar guru itu tidak hanya menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam, tetapi juga mampu memanajemen penyelengaraan pembelajaran serta dapat dipertanggung jawabkannya, baik secara moral maupun dalam konteks keilmuan. Secara teoretis, guru diwajibkan memiliki sikap dan sifat profesionalitas tersebut. Akan tetapi, pada praktiknya memang tidak selalu bebas hambatan.&#13;
Pada bab awal buku “Pembelajaran Inovatif”, Khaniful, S.Pd. memaparkan sekilas mengenai isi buku ini. Seorang pengajar mempunyai tugas utama menyelenggarakan pembelajaran. Agar pembelajaran efektif dan menarik. Seorang pengajar harus mempunyai strategi pembelajaran yang jitu dan tepat dalam menyampaikan materi-materi ajaranya. Yang dimaksud dengan belajarya itu permainan terbesar dan terasyik dalam hidup. Semua anak terlahir dengan keyakinan semacam ini dan akan terus demikian hingga kita menyakini mereka bahwa belajar merupakan pekerjaan berat dan tak menyenangkan. Ada sebagian anak tidak pernah benar-benar mengerti pelajaran ini, dan menjalani hidup dengan keyakinan bahwa belajar itu menyenangkan dan merupakan satu-satunya permainan yang pantas dimainkan atau biasa kita menyebutnya anak yang genius.&#13;
Buku ini berbeda dengan buku yang lain, buku ini sangat menarik, bisa dilihat mulai dari sampul atau cover bukunya, isinya dan manfaatnya, di dalam buku ini menerangkan bahwa menjadi guru itu harus bisa membuat siswa itu tidak jenuh di kelas, tetapi di dalam buku ini terlalu banyak humornya. Takutnya nanti siswa jadi tidak serius dalam belajar, tetapi malah serius dengan humornya.&#13;
Point-point penting yang terdapat dalam bukunya Khanifatul, S.Pd. “Pembelajaran Inovatif” yakni pertama bahwa dahulu, kelas selalu diidentikan dengan suasana yang “hening” dan “sakral”, dalam artian diam, sunyi, dan senyap. Guru itu mengajar tidak selalu dengan cara berceramah sementara siswa khusyuk mendengarkan. Oleh karena itu apabila ada suara canda dan tawa di dalam kelas ketika pembelajaran berlangsung itu dibilang tidak sopan atau pamali. Tetapi itu dulu, tidak untuk sekarang. Paradigma tentang kelas sekarang sudah berubah. Kelas sekarang justru diupayakan selalu dalam keadaan segar, baik secara fisik, psikologis, maupun emosional. Artinya hubungan antara guru dan siswa tidak lagi dikesankan kaku dan kelas pun tidak lagi diidentikan dengan suasana yang “sepi” dan “diam”. Salah satu cara untuk memecah keheningan itu adalah dengan humor. Dengan humor inilah siswa menjadi tertarik pada materi yang diajarkan oleh guru.&#13;
Di dalam bab IV menerangkan tentang “Kondisi dan Faktor yang Memengaruhi Belajar” lingkungan fisik seperti suara, cahaya, suhu, tempat duduk, memengaruhi proses belajar. Selain itu, emosi juga berperan dalam proses belajar. Kebutuhan sosial yang berbeda-beda setiap orang juga berpengaruh. Sebagian orang suka belajar sendiri, ada juga orang yang lebih suka bekerja sama dengan orang lain, dan ada lagi yang bekerja secara kelompok (halaman 100-103).&#13;
Buku “Pembelajaran Inovatif” sarat akan pengetahuan dan info baru. Buku ini benar-benar mengajak semua pendidik untuk semata-mata harus lebih bersikap natural, tidak membeda-bedakan antara murid yang satu dengan yang lain, dan lebih rileks dalam mengajar. Buku ini pantas bila diberi judul “Pembelajaran Inovatif” sebab menar-benar memberi pembelajaran yang sangat inovatif, bukan sekedar mengungkap atau mengulas saja.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">PENULIS : KHANIFATUL, S.Pd., PENERBIT : AR-RUZZ MEDIA</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn">9786027874114</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Digital Library Management System Universitas Al Asyariah Mandar</physicalLocation>
  <shelfLocator>B0154MAT</shelfLocator>
 </location>
 <slims:image>155._PEMBELAJARAN_INOVATIF.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>319</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-01 13:29:13</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-01 13:31:34</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>