No image available for this title

Text Word

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PESERTA DIDIK KELAS VIIa SMP NEGERI 1 MALUNDA KECAMATAN MALUNDA KABUPATEN MAJENE



MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PESERTA DIDIK KELAS VIIa SMP NEGERI 1 MALUNDA KECAMATAN MALUNDA KABUPATEN MAJENE

ASRIATI*

ABSTRAK

Hasil belajar matematika di SMP Negeri 1 Malunda masih tergolong rendah, hal ini dapat dilihat dengan nilai rata-rata peserta didik 2,12 hal ini disebabkan oleh kurangnya apreasiasi peserta didik untuk belajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VII A SMP Negeri 1 Malunda. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VII A SMP Negeri 1 Malunda dengan jumlah 34 peserta didik yang terdiri dari 14 laki-laki dan 20 perempuan dengan kemampuan yang heterogen. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, tiap siklusnya terdiri dari empat pertemuan. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan partisipasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran matematika di kelas VII A SMP Negeri 1 Malunda setelah diadakan tindakan berupa pembelajaran dengan model kooperatif tipe STAD dengan pendekatan saintifik dengan persentase 49,14% pada siklus I, dan pada siklus II meningkat menjadi 81.84%. Hasil tes matematika juga mengalami peningkatan, peserta didik yang tuntas pada siklus I hanya mencapai 38,235% meningkat menjadi 94,11%. Hasil tersebut menunjukan bahwa kriteria ketuntasan klasikal di SMP Negeri 1 Malunda, yaitu 85% telah tercapai pada siklus II. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan saintifik juga terlaksana dengan baik dan telah memenuhi kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan. model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika di kelas VII A SMP Negeri 1 Malunda.

Kata Kunci : Meningkatkan, Hasil Belajar, Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan pendekatan saintifik












PENDAHULUAN
Pada era globalisasi saat ini, bangsa Indonesia mempunyai tantangan yang cukup besar karena timbulnya persaingan yang terjadi di segala bidang. Bangsa Indonesia tidak lagi hanya mengandalkan sumber daya alam semata, akan tetapi lebih mengutamakan sumber daya manusia. Sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas sangat dibutuhkan dalam memainkan peranan yang penting di tengah banyaknya persaingan dengan bangsa-bangsa lain.
Salah satu cara agar bangsa Indonesia mampu bertahan di dalam persaingan yaitu melalui pendidikan. Pendidikan memegang peranan sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan dapat mempersiapkan generasi baru yang sanggup menghadapi tantangan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa yang akan datang.
Peningkatan mutu pendidikan pada berbagai jenis dan jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi untuk mencapai hasil yang diharapkan dapat membentuk manusia Indonesia yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Matematika memiliki peranan yang cukup besar dalam pengembangan IPTEK dan merupakan salah satu ilmu yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan, maka dibutuhkan usaha dalam peningkatan kualitas dari hasil pembelajaran matematika.
Berdasarkan observasi awal dan informasi dari salah satu pendidik yang mengajar matematika di SMP Negeri 1 Malunda bahwa masalah yang paling sering muncul yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar peserta didik dengan hasil ujian teks harian rata-rata 53,23 adalah kurangnya apresiasi peserta didik untuk belajar matematika, peserta didik bersifat negatif terhadap bidang studi Matematika dan menanggap bahwa bidang studi Matematika adalah pelajaran yang sulit dipahami, sehingga mereka tidak termotivasi untuk mempelajari Matematika dan dari wawancara peserta didik menyatakan bahwa kurangnya hasil belajar matematika kurangnya inovasi dalam proses pembelajaran berlangsung sehingga terjadi kejenuhan dalam menerima pelajaran matematika. Maka diharapkan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkat hasil belajar peserta didik di SMP Negeri 1 Malunda dengan standar kriteria ketuntasan minimum (KKM) 68.
Salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam usaha untuk meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik tidak terlepas dari model dan pendekatan yang digunakan dalam proses belajar mengajar, karena berhasil tidaknya tujuan yang harus dicapai dipengaruhi oleh efektip tidaknya proses belajar mengajar yang dialaminya. Metode mengajar ini banyak jenisnya dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga guru di tuntut memilih dan menggunakan metode yang tepat.
Upaya menyediakan berbagai alternatif dalam model pembelajaran yang selaras dengan tingkat perkembangan kognitif, efektif dan pisikomotorik peserta didik. Salah satu pembelajaran yang memungkinkan peserta didik dapat mengkonstruktur pengetahuan dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran adalah pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu bentuk belajar kelompok.
Pembelajaran kooperatif Tipe STAD adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menggunkan kelompok-kelompok kecil beranggotakan 4-5 peserta didik secara heterogen, dengan langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut : menyampaikan tujuan, menyajikan materi, kegiatan kelompok, kuis dan penghargaan kelompok.
Pembelajaran kooperatif Tipe STAD dikatakan sederhana karena paling mendekati pembelajaran konvensional. perbedaannya hanya terletak pada pemberian penghargaan. Pada STAD pemberian penghargaan lebih berorientasi pada kelompok, sedangkan pada pembelajaran konvensioanal tidak. Sehingga kalau diterapkan, tidak terlalu sulit bagi guru untuk melakukan penyusuaian-penyusuaian, sebab perubahan yang terjadi tidak secara radikal dan mengejut selain itu pendekatan mengajar merupakan cara melakukan atau menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan isi pelajaran kepada peserta didik untuk mencapai tujuan tertentu.
Melakukan hal tersebut perlulah melakukan peningkatan hasil belajar pada peserta didik dan salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah pendekatan saintifik, dalam pembelajaran melibatkan keterampilan proses, seperti mengamati, mengklasifikasikan, mengukur, meramalkan, menjelaskan, dan menyimpulkan. Dalam melaksanakan proses-proses tersebut, bantuan guru diperlukan. Akan tetapi, bantuan guru tersebut harus semakin berkurang dengan semakin bertambah dewasanya peserta didik atau semakin tingginya kelas peserta didik.
Berdasarkan latar belakang terdahulu maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan mengangkat judul “Meningkatkan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan pendekatan Saintifik pada Peserta didik Kelas VIIa SMP Negeri 1 Malunda”

Pengertian Matematika
Matematika diambil dari salah satu dalam bahasa latin “mathemata” yang memiliki arti “sesuatu yang dipelajari”. Sedangkan matematika dalam bahasa belanda dikenal dengan sebutan “wiskunde” yang memiliki arti “ilmu pasti”. Jadi secara umum dapat diartikan bahwa matematika merupakan sebuah ilmu pasti yang berkenaan dengan penalaran. Matematika merupakan salah satu ilmu yang mendasari kehidupan manusia.
Menurut Departemen Pendidikan Nasional dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003: 723) dinyatakan bahwa matematika adalah ilmu tentang bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan.
Carl Friedrich Gauss mengatakan matematika sebagai "Ratunya Ilmu Pengetahuan. Sedangkan Albert Einstein menyatakan bahwa "sejauh hukum-hukum matematika merujuk kepada kenyataan, maka mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan.
Johnson dan Rising (1972): “Matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logic, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide daripada mengenai bunyi”.
Menurut Susilo, “Matematika bukanlah sekedar kumpulan angka, simbol, dan rumus yang tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. justru Sebaliknya, matematika tumbuh dan berakar dari dunia nyata”.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya matematika merupakan salah satu cabang ilmu eksak yang berkenaan dengan ide-ide, struktur-struktur, maupun gagasan-gagasan logik sehingga matematika berkaitan dengan konsep-konsep abstrak, dimana konsep abstrak tersebut dinyatakan dengan objek matematika.



Pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning)
Pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) merupakan bentuk pembelajaran dengan cara peserta didik belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4-6 orang heterogen.
Komunikasi antar peserta didik dalam kelompok kecil dan heterogen akan lebih bermakna, sehingga dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi dengan menggunakan keterampilan kooperatif. Peserta didik yang mengalami kesulitan harus aktif berpikir dan minta bantuan kepada teman dalam kelompoknya yang lebih mampu secara terarah. Demikian juga peserta didik yang lebih mampu harus berpikir untuk membantu teman kelompoknya yang kurang mampu.
Menurut Abdulhak (2001: 19-20) bahwa pembelajaran kooperatif dilaksanakan melalui sharing proses antara pesrta belajar, sehingga dapat mewujudkan pemahaman bersama di antara peserta belajar itu sendiri.
Pembelajaran kooperatif adalah strategi pembelajaran yang melibatkan partisipasi peserta didik dalam satu kelompok kecil untuk saling berinteraksi (Nurulhayati, 2002 :25). Lima unsure dasar cooperative learning menurut (Nurulhayati, 2002 :25) yaitu: (1) ketergantungan yang positif, (2) pertanggung jawaban individual, (3) kemampuan bersosialisasi, (4) tatap muka, dan (5) evaluasi proses kelompok.
Cooperative learning dalam matematika akan dapat membantu para peserta didik meningkatkan sikap positif dalam matematika. Para peserta didik secara individu membangun kepercayaan diri terhadap kemampuannya untuk menyelesaikan masalah-masalah matematika, sehingga akan mengurangi bahkan menghilangkan rasa cemas yang banyak dialami para peserta didik. Cooperative learning juga telah terbukti sangat bermanfaat bagi para peserta didik yang heterogen.
Dengan menonjolkan interaksi dalam kelompok model belajar ini dapat membuat peserta didik menerima peserta didik lain yang berkemampuan dan berlatar belakang yang berbeda. Para peserta didik menginginkan teman-teman dalam kelompoknya siap dan produktif di dalam kelas. Selain itu diharapkan juga para peserta didik termotivasi belajar secara baik, siap dengan pekerjaannya dan menjadi penuh perhatian selama jam pelajaran.
Cooperative learning mencakup suatu kelompok peserta didik yang bekerja sebagai sebuah tim untuk menyelesaikan sebuah masalah, menyelesaikan suatu tugas atau mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama lainnya. Cooperative learning menekankan pada kehadiran teman sebaya yang berinteraksi antara sesamanya sebagai sebuah tim dalam menyelesaikan atau membahas suatu masalah atau tugas.
Ada beberapa hal yang perlu dipenuhi dalam cooperative learning agar lebih menjamin para peserta didik bekerja secara kooperatif. Hal-hal tersebut meliputi :,
Pertama, para peserta didik yang tergabung dalam suatu kelompok harus merasa bahwa mereka adalah bagian sebuah tim dan mempunyai tujuan bersama yang harus dicapai.
Kedua, para peserta didik yang tergabung dalam sebuah kelompok harus menyadari bahwa masalah yang mereka hadapi adalah masalah kelompok dan bahwa berhasil atau tidaknya kelompok itu akan menjadi tanggung jawab bersama oleh seluruh anggota kelompok itu.
Ketiga, untuk mencapai hasil yang maksimum, para peserta didik yang tergabung dalam kelompok itu harus berbicara satu sama lain dalam mendiskusikan masalah yang dihadapinya. Akhirnya para peserta didik yang tergabung dalam suatu kelompok harus menyadari bahwa setiap pekerjaan peserta didik mempunyai akibat langsung pada keberhasilan kelompoknya.
Pembelajaran kooperatif dengan tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD)
Salah satu hal yang menandai profesionalisme guru adalah komitmennya untuk selalu memperbaharui dan meningkatkan kemampuannya dalam suatu proses bertindak dan berefleksi. Jelas, guru harus bertindak dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Namun, sebagai seorang profesional, tindakan guru ini harus didasari oleh pemikiran-pemikiran reflektif yang menghubungkan tindakan-tindakannya dengan peserta didik, sesama rekan guru, dan atasan dengan pengetahuan mengenai teori dan penelitian yang berhubungan dengan pengajaran dibidangnya.
STAD merupakan model yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-teman di Universitas John Hopkins. Inti dari STAD ini adalah guru menyampaikan suatu materi, kemudian para peserta didik bergabung dalam kelompoknya yang terdiri atas 4 sampai 5 orang, untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan guru. Setelah selesai peserta didik menyerahkan pekerjaannya secara tunggal untuk setiap kelompok kepada guru.
Menurut Slavin (2007) model STAD merupakan variasi pembelajaran kooperatif yang paling banyak diteliti. Model ini juga sangat mudah diadaptasi, telah digunakan dalam Matematika, IPA, IPS, bahsa inggris, teknik dan banyak subjek lainnya, dan pada tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi.
Lebih jauh Slavin memaparkan bahwa: “Gagasan utama dibelakang STAD adalah memacu peserta didik agar saling mendorong dan membantu satu sama lain untuk mengusai keterampilan yang diajarkan guru”. Jika peserta didik menginginkan kelompok memperoleh hadiah, mereka harus membantu teman sekelompok mereka dalam mempelajari pelajaran. Mereka harus mendorong teman sekolompok untuk melakukan yang terbaik, memperlihatkan norma-norma bahwa belajar itu penting, berharga dan menyenangkan.
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Pendekatan Saintifik.
Pembelajaran kooperatif Tipe STAD merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang peserta didik secara heterogen.
Didalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), pengertian pendekatan adalah (1) proses, perbuatan, cara mendekati; (2) usaha dalam rangka aktivitas pengamatan untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti, metode-metode untuk mencapai pengertian pendekatan pembelajaran, antara lain sebagai berikut :
Perspektif (sudut pandang; pandangan) teori yang dapat digunakan sebagai landasan dalam memilih model, metode dan tehnik pembelajaran.
Suatu proses atau perbuatan yang digunakan guru untuk menyajikan vahan pelajaran.
Sebagai titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadi suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, didalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu.
Implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipótesis, mengumpulkan data dengn berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ˝ ditemukan ̋ . pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman terhadap peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru. Oleh karena itu, kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber melalui observasi, dan bukan hanya diberi tahu.
Proses pembelajaran pada kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakn dengan menggunakan pendekatan saintifik. Prose pembelajaran harus menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dalam proses pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah, ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang ̋ mengapa ˝ .

METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah Penilitian Tindakan Kelas (PTK) Classroom Action Research model ini terdiri dari empat komponen dalam setiap siklusnya, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
Tempat dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian ini bertempat di SMP Negeri 1 Malunda yang berada di Kecamatan Malunda Kabupaten Majene.
Subjek Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VIIa SMP Negeri 1 Malunda. Pada semester ganjil tahun ajaran 2016/2017 dengan jumlah peserta didik 34 orang (14 orang peserta didik laki-laki dan 20 orang peserta didik perempuan).
Faktor yang Diselidiki
Faktor peserta didik, untuk melihat peningkatan hasil belajar dan perubahan sikap peserta didik dalam belajar matematika. Bersamaan dengan itu pula akan dilihat sejauh mana peserta didik dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan saintifik dalam menyelesaikan soal-soal atau tugas-tugas matematika.
Adapun faktor-faktor yang diselidiki dalam penelitian ini adalah:

Faktor Input
Faktor input yang dimaksud disini adalah hasil belajar dan aktivitas awal yang diperoleh peserta didik sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan saintifik.
Faktor Proses
Faktor proses yang dimaksud dalam penelitian ini adalah proses yang dilaksanakan dalam siklus I sampai dengan siklus II dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan saintifik.
Faktor Output
Adapun faktor output yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik dan aktivitas setelah dilakukan proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan saintifik.
Prosedur Penelitian
Penelitian ini bebrebentuk penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam beberapa siklus, hal ini berlaku apabila disiklus I tidak berhasil atau dengan kata lain tidak meningkat dan tidak mencapai indikator keberhasil. Tiap siklus dilaksanakan sesuai tujuan yang ingin dicapai. Siklus selanjutnya merupakan rangkaian kegiatan yang saling berkaitan, artinya pelaksanaan siklus selanjutnya merupakan lanjutan siklus I. Siklus I dilaksanakan dengan 4 kali pertemuan, diamana 3 kali pertemaun digunakan sebagai proses belajar mengajar dan 1 kali pertemuan digunakan sebagai tes siklus I.
Observasi yang dilaksanakan pada siklus selanjutnya hampir sama dengan observasi yang dilakukan pada siklus I. Perbedaannya hanya terletak pada materi yang diberikan dan juga cara guru menyampaikan dan memberikan materi secara lebih intensif dibandingkan pada siklus I. Disamping itu, pada siklus ini peserta didik diminta mengemukakan kesulitan yang dialaminya pada siklus I. Hal-hal penting yang akan dilaksanakan pada kedua siklus diatas yaitu:
Mengidentifikasi keadaan peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung didalam kelas untuk mencapai peningkatan hasil belajar matematika peserta didik yang ditunjuk adanya perubahan.
Menganalisis hasil pencapaian peserta didik sehubungan dengan perubahan yang diperoleh pada indikator yang ditetapkan, yakni sebelum dan sesudah dekembangkan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan saintifik. Untuk itu sebelum tindakan dilaksanakan maka terlebih dahaulu peneliti mengadakan observasi dengan cara mengumpulkan data hasil belajar peserta didik melalui tes untuk mengetahui tingkat hasil belajar peserta didik sebelum dikembangkanya pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan saintifik.
Merefleksi hasil analisis
Adapaun prosedur penelitian tindakan ini dapat diajabarkan sebagai berikut:
Gambaran Siklus I
Tahap Perencanaan
Sebelum diadakan penelitian, terlebih dahulu dilakukan langkah langkah sebagai berikut:
Mengkaji kurikulum SMP kelas VII semesteter ganjil mata pelajaran matematika yang berkaitan dengan tema penelitian yang dilakukan.
Merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dengan Pendekatan Saintifik.
Menyiapkan sarana dan media pembelajaran yang akan digunakan.
Membuat lembar observasi untuk melihat bagaiman kondisi atau keadaan peserta didik dikelas selama diadakan nya metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan Saintifik.
Penyusunan soal tes evaluasi peserta didik yaitu tes yang akan diberikan pada akhir siklus I. soal tes siklus disusun oleh peneliti dengan pertimbangan guru yang bersangkutan.
Tahap Tindakan
Guru menyampaikan tujuan pelajaran yang dicapai pada materi tersebut dan memotivasi peserta didik untuk belajar.
Peserta didik dibagi dalam beberapa, dimana setiap kelompoknya terdiri dari 4-5 peserta didik yang memprioritaskan heterogenitas (keragaman) baik berdasarkan kemampuan, gender, ras, dan etnis.
Guru menyampaikan materi pelajaran dengan terlebih dahulu menjelaskan tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pertemuan tersebut. Guru menyuruh peserta didik agar dapat belajar dengan aktif dan kreatif.
Peserta didik belajar dalam kelompok yang telah dibentuk. Guru menyiapkan lembaran kerja sebgai pedoman bagi kerja kelompok, sehingga semua anggota menguasai dan masing-masing memberikan kontribusi. Selama tim bekerja, guru melkukan pengamatan , memberikan bimbingan, dorongan dan bantuan bila diperlukan.
Guru mengevaluasi hasil belajar melalui pemberian kuis tentang materi yang dipelajari dan juga melakukan penilaian terhadap presentasi hasil kerja masing-masing kelompok. Guru menetapkan skor batas penguasaan untuk setiap soal, misalnya 60, 75, 84 dan seterusnya sesuai dengan tingkat kesulitan soal.
Guru memberikan hadiah atau penghargaan kepada masing-masing kelompok ssesuai dengan prestasinya (criteria tertentu yang ditetapkan guru).
Tahap Observasi
Mengamati tiap kegiatan peserta didik melalui lembar observasi.
Pengumpulan data melalui tes.
Melakukan evaluasi terhadap data yang ada.
Refleksi
Data yang diperoleh dari lembar observasi dan evaluasi dikumpulkan serta dianalisis. Hasil analisi data yang dilaksanakan pada tahap ini akan dipergunakan guru sebagai acuan untuk melaksanakan siklus berikutnya.
Gambaran Siklus II
Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, dapat diketahui kendala kendala atau kekurangan dari tindakan yang telah dilaksanakan, sehingga perlu diadakan siklus berikutnya untuk mengoptimalkan tindakan. Siklus tersebut adalah siklus II dengan rangkaian kegiatan seperti pada siklus sebelumnya yaitu meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada siklus II dimaksudkan sebagai lanjutan dan perbaikan dari siklus I, tahapan-tahapan pada siklus I dikembangkan dan dimodifikasi dengan beberapa perbaikan dan penambahan sesuai dengan kenyataan yang ditemukan.
Instrumen Penelitian
Untuk mempermudah dan melancarkan pengumpulan data-data dalam penelitian ini maka perlu adanya instrumen penelitian. Instrumen penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:
Tes Hasil Belajar
Tes hasil belajar digunakan untuk memperoleh informasi tentang penguasaan peserta didik setelah proses pembelajaran. Tes ini disusun dengan mengacu pada kompetensi dasar dan indikator yang sesuai dengan kurikulum 2013 yang berlaku di SMP Negeri 1 Malunda.
Lembar observasi
Digunakan untuk mengamati kondisi pembelajaran matematika secara teliti, cermat, dan hati-hati. Data yang dikumpulkan adalah data mengenai berbagai aspek partisipasii peserta didik dalam pembelajaran di kelas, suasana kelas, pengelolaan kelas, hubungan interaksi antar guru dan pesrta didik, interaksi antar sesama peserta didik dan dan perhatian peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar. Pengamatan partisipasi peserta didik dilakukan oleh observer dengan menggunakan lembar observasi partisipasi peserta didik yang telah disusun oleh observer dalam pembelajaran berlangsung.
Teknik Pengumpulan Data
Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar.
Observasi
Observasi dilakukan selama pembelajaran berlangsung untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan partisipasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Hal-hal yang diamati mengenai partisipasi peserta didik dalam pembelajaran matematika. Dalam penelitian ini, partisipasi peserta didik diukur melalui aspek :
Kehadiran peserta didik pada setiap pertemuan
Mengajukan pertanyaan jika ada yang belum jelas
Menjawab pertanyaan yang diajukan
Mengerjakan tugas secara tuntas
Ikut serta dalam proses diskusi
Mencatat materi pelajaran
Mengerjakan LKS secara berkelompok
Mengerjakan kuis secara individu
Menyimpulkan materi pelajaran diakhir pertemuan.
Tes hasil belajar
Tes hasil belajar diberikan kepada peserta didik pada akhir Siklus I dan Siklus II. Tes ini disusun dengan mengacu pada kompetensi dasar dan indikator yang sesuai dengan Kurikulum 2013 yang berlaku di SMP Negeri 1 Malunda dengan bentuk tes adalah tes esai.
Teknik Analisis Data
Tahapan proses analisis data sebagai berikut :
Analisis Data Observasi
Dalam penelitian ini, aspek yang di observasi meliputi 9 aspek partisipasi yaitu kehadiran peserta didik, keaktifan peserta didik dalam mengamati masalah yang diberikan, ikut serta dalam diskusi, pengajuan pertanyaan saat diberikan masalah, mempersentasikan hasil diskusi, mengerjakan tes secara individu atau kelompok.
Analisis Data Hasil Belajar
Pengelolaan data pada penelitian ini dilakukan setelah terkumpulnya data. Selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Untuk analisis secara kuantitatif digunakan analisis deskriktif yaitu nilai rata-rata dan persentase. Selain itu akan ditentukan pula standar deviasi, tabel frekuensi, nilai tertinggi dan terendah yang peserta didik peroleh setelah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan saintifik.
a. Analisis data
1. Rata-rata ( x)
∑fixi
x = (Herrhyanto & Hamid, 2007:4.3)
∑fi
Keterangan :
x = Rata-rata nilai hasil belajar yang dicapai peserta didik
fi = Frekuensi masing-masing kelas interval
xi = Nilai tengah masing-masing kelas interval
2. Rentang (range)
Rentang = Data terbesar – Data terkecil (Herrhyanto & Hamid, 2007:4.3)

3. Modus (Mo)
b1
Mo= b + p (Herrhyanto & Hamid, 2007:4.18)
b1 + b2


Keterangan :
b = Batas bawah kelas modus
p = Panjang kelas modus
b1 = Frekuensi kelas modus – Frekuensi sebelumnya
b2 = Frekuensi kelas modus – Frekuensi sesudahnya
4. Median (Me)
½ n - F
Me= b + p (Herrhyanto & Hamid, 2007:4. 20)
f
Keterangan :
b = Batas bawah kelas median
p = Panjang kelas median
n = Jumlah data
F = Jumlah semua frekuensi sebelum frekuensi kelas median
f = Frekuensi kelas median
5. Standar Deviasi (s)
n∑fixi2 - (∑fixi)2
s = (Herrhyanto & Hamid, 2007:5. 17)
n(n – 1)
Keterangan :
s = Standar deviasi nilai hasil belajar yang dicapai peserta didik
fi = Frekuensi masing-masing kelas interval
xi = Nilai tengah masing-masing kelas interval
n = Jumlah data
Indikator Keberhasilan
Penelitian ini dikatakan berhasil jika:
Adanya peningkatan partisipasi peserta didik yang ditunjukan dengan rata-rata persentase berdasarkan observasi aktivitas telah mencapai 75%. Peserta didik dikatakan aktif dalam pembelajaran jika melaksanakan sembilan aspek partisipasi berikut :
Kehadiran peserta didik pada setiap pertemuan
Mengajukan pertanyaan jika ada yang belum jelas
Menjawab pertanyaan yang diajukan
Mengerjakan tugas secara tuntas
Ikut serta dalam proses diskusi
Mencatat materi pelajaran
Mengerjakan LKS secara berkelompok
Mengerjakan kuis secara individu
Menyimpulkan materi pelajaran diakhir pertemuan.
Adanya peningkatan rata-ratahasil belajar yang dicapai oleh peserta didik dan banyaknya peserta didik yang tuntas (dengan nilai KKM ≥ 2,66) telah mencapai 85% (disesuaikan dengan stándar ketuntasan yang berlaku di SMP Negeri 1 Malunda).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Penelitian dimulai pada tanggal 08 Agustus 2016 sampai dengan 09 September 2016. Materi yang dipelajari adalah memahami konsep himpunan dan diagram venn, memahami relasi himpunan, dan memahami operasi himpunan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Siklus I terdiri dari 4 pertemuan dengan materi memahami konsep himpunan dan diagram venn, memahami relasi himpunan,. Sedangkan siklus II terdiri dari 4 pertemuan dengan materi memahami operasi himpunan. Masing-masing siklus tersebut dilaksanakan tes hasil belajar pada pertemuan ke-4.
Deskripsi Hasil Penelitian siklus I
Pada siklus I, kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut.
Perencanaan Tindakan Siklus I
Perencanaan siklus I pada penelitian tindakan ini meliputi:
Pembuatan RPP dan LKS tentang materi Himpunan yang akan diajarkan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan Saintifik. RPP dan LKS dibuat oleh guru dengan dikonsultasikan kepada guru matematika kelas VIIa dan dosen pembimbing.
Persiapan sarana dan media pembelajaran,
Persiapan lembar observasi partisipasi peserta didik yang akan digunakan pada setiap pembelajaran.
Persiapan soal tes hasil belajar untuk peserta didik yang akan diberikan pada akhir siklus I. Soal tes hasil belajar disusun oleh guru dengan pertimbangan guru matematika kelas VIIa dan dosen pembimbing.
Pembentukan kelompok. Pada tiap siklus peserta didik dikelompokan. Pembagian kelompok belajar dilaksanakan pada awal pertemuan, selama kegiatan guruan kelompok tersebut bersifat tetap. Dari peserta didik, mereka dibagi menjadi 7 kelompok yang anggotanya terdiri dari 4-5 peserta didik dengan kemampuan heterogen dan jenis kelamin yang berbeda. Pembentukan kelompok yang dilakukan berdasarkan hasil diskusi antara peneliti dan guru mata pelajaran yang bersangkutan.
Pelaksanaan Tindakan Siklus I
Pada tahap ini guru melaksanakan tindakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Guru dibantu oleh 1 orang pengamat yang melakukan pengamatan selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Pengamat merupakan guru mata pelajaran matematika kelas VII A yang memahami tentang model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan Saintifik. Selama kegiatan pembe


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
2017
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this