Detail Cantuman
Advanced SearchText Word
MATEMTIKA DISKRIT
Dalam buku Matematika Diskrit terdapat berbagai materi diantaranya Logika proposisi, teori himpunan, teori himpunan fuzzy, logika fuzzy, relasi klasik, fungsi, aljabar boole, teori graph, dan mesin matematika. Dalam setiap babnya terdapat berbagai sub bab yang relevan terhadap babnya.
Logika proposisi sering disebut dengan logika matematika ataupun logika deduktif. Logika proposisi terdiri dari 8 sub bab dan ada beberapa yang memiliki beberapa anak sub. Sub bab yang ada di bab logika preposisi yaitu pernyataan, pernyataan gabungan ( konjungsi, disjungsi, negasi, jointdenial (Not OR/ NOR), not and (NAND), exclusive or (exor), exclusive NOR (ExNOR)), tautologi dan kontradiksi (tautologi dan kontradiksi), kesetaraan logis, aljabar proposisi, implikasi dan biimplikasi, argumentasi (kebenaran/validitas argumen dan bentuk-bentuk dasar menarik), kuantor pernyataan (macam-macam kuantor dan negasi kuantor).
Bab kedua berisi Teori Himpunan. Himpunan merupakan kumpulan benda atau objek yang didefinisikan secara jelas. Himpunan dapat dipandang sebagai kumpulan benda-benda yang berbeda tetapi dalam satu segi dapat ditanggapi sebagai suatu kesatuan. Objek – objek ini sering disebut sebagai anggota himpunan atau elemen himpunan. Dalam materi teori himpunan, terdapat berbagai sub materi diantaranya himpunan ( kardinalitas, himpunan berhingga dan tak berhingga, kesamaan dua himpunan dan subhimpunan, serta macam – macam himpunan), operasi himpunan ( union / gabungan dari2 himpunan, intersection atau irisan dari 2 himpunan, relative acomplement atau selisih antara 2 himpunan, komplemen dari himpunan, dan symmetic difference atau beda setangkup), diagram venn, hukum – hukum aljabar himpunan, perhitungan himpunan gabungan (gabungan dari 2 himpunan dan gabungan dari 3 himpunan).
Bab ketiga berisi tentang Teori Himpunan Fuzzy. Teori Himpunan Fuzzy merupakan pengembangan dari teori himpunan (crisp set). Teori Himpunan fuzzy dapat dibagi menjadi tiga selama perkembangan teorinya:
1. Phase akademik, periode 1965 – 1977
2. Phase transformasi, periode 1978 – 1988
3. Phase fuzzy boom, periode setelah, 1989
Dalam teori ini terdapat materi fungsi keanggotaan, operasi himpunan fuzzy (komplemen, gabungan / union himpunan fuzzy, irisan atau itersection himpunan fuzzy, pemotongan atau cut himpunan fuzzy, pendukung atau support himpunan fuzzy, serta scalar cardinality), serta kesamaan dan himpunan bagian.
Bab keempat menjelaskan tentang logika fuzzy. Logika fuzzy merupakan suatu wilayah aplikasi dalam teori himpunan fuzzy, dimana penggunaan konsep, prinsip dan metode yang dikembangkan dalam teori himpunan fuzzy untuk merumuskan berbagai format yang mendekati, dalam mengambil keputusan.
Bab kelima menjelaskan tentang relasi klasik. Relasi klasik menggambarkan ada tidaknya interaksi atau koneksi antara elemen-elemen dari 2 atau lebih himpunan dalam urutan tertentu. Pada bab ini dipelajari materi tentang pemaparan relasi (pemaparan koordinat, pemaparan matrik, pemetaan, dan graph berarah), operasi dalam relasi binary ( inverse relasi dan komposisi relasi ), ekivalen,kompatibel dan ordering relasi ( relasi ekivalen, relasi kompatibel, dan poset atau portially orderet set).
Bab keenam menjelaskan tentang fungsi. Fungsi adalah sebuah relasi binary dimana masing-masing anggota dalam himpunan A (domain) hanya mempunyai satu bayangan pada himpunan B (kodomain). Fungsi terbagi menjadi 4 macam, yaitu :
1. Fungsi satu – satu
2. Fungsi pada
3. Fungsi konstan
4. Fungsi inver
Bab ketujuh menjelaskan tentang Aljabar Boole. Aljabar Boole adalah cabang ilmu matematika yang di perlukan untuk mempelajari desain logika dari sebuah sistem digital, dan dikembangkan oleh George Boole tahun 1847 untuk memecahkan persoalan logika matematika.
Bab kedelapan menjelaskan tentang Teori Graph. Graph berdasarkan strukturnya dapat dibagi menjadi 6 macam. Yaitu multigraph, pseudograph, trivialgraph, graph lengkap, graph teratur, dan bipartitegraph. Berdasarkan dari lintasannya dibagi menjadi 3 macam yaitu traversable graph, eulerian graph, dan hameltonian graph.
teori graph
Bab kesembilan berisi tentang mesin matematika. Mesin matematika merupakan model komputasi yang dapat berfungsi sebagai acceptor dan tranducer sebagai acceptor artinya bila kita memberi input maka respon mesin tersebut menolak atau menerima.
Dalam buku ini isinya sangat menarik, banyak materi – materi baru yang dijelaskan secara detail oleh penulis. Selain itu, di setiap babnya juga disuguhkan beberapa latian soal yang dapat menguji kemampuan pembaca setelah membaca materi tersebut. Namun, akan lebih menarik apabila gambar yang dimuat didalamnya itu berwarna, sehingga membuat pembaca tidak jenuh karena hanya melihat gambar dan tulisan berwarna hitam.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
MATEMATIKA DISKRIT
|
|---|---|
| No. Panggil |
B0047MAT
|
| Penerbit | GRAHA ILMU : YOGYAKARTA., 2008 |
| Deskripsi Fisik |
Sampul : biru, putih, dan hitam, terdiri dari 191
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-979-756-413-1
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
text
|
| Tipe Media |
Book
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
object
|
| Edisi |
ke-2 cetakan ke-1
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Penulis : SAMUEL WIBISONO
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






