No image available for this title

Text Word

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL INKUIRI DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR PESERTA DIDIK KELAS X MULTIMEDIA B SMK NEGERI 6 MAJENE



MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL INKUIRI DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR PESERTA DIDIK KELAS X MULTIMEDIA B SMK NEGERI 6 MAJENE
Oleh :
SANRAYANI
NPM: 20120103128
Abstrack
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Class Room Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik melalui model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X Multimedia B SMK Negeri 6 Majene. Pada semester ganjil tahun ajaran 2016/2017 dengan jumlah peserta didik 19 orang, 14 orang peserta didik laki-laki dan 5 orang peserta didik perempuan. Siklus I dan siklus II dilaksanakan masing-masing 4 kali pertemuan.Hasil penelitian yang dicapai setelah dianalisis yaitu: (1) pada siklus I diperoleh skor rata-rata hasil belajar matematika peserta didik sebesar 2,48 dengan standar deviasi 0,831 dari skor ideal yaitu 4,00. (2) untuk siklus II diperoleh skor rata-rata hasil belajar matematika peserta didik sebesar 3,16 dengan standar deviasi 0,394 dari skor ideal 4,00. (3) Meningkatnya keaktifan peserta didik yang dilihat dari lembar observasi dan kehadiran peserta didik dalam pembelajaran siklu I dan siklus II. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik dapat meningkat melalui model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik.
Kata Kunci : Meningkatkan Hasil Belajar, Model pembelajaran inkuiri pendekatan saintifik.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Ilmu pengetahuan berkembang seiring dengan teknologi yang semakin maju. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi ini mengakibatkan adanya tuntutan bagi setiap negara untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Indonesia sebagai negara berkembang memiliki jumlah Sumber Daya Manusia yang melimpah. SDM ini perlu ditingkatkan kualitasnya untuk menghadapi persaingan, agar tidak tertinggal dari negara lain. Pendidikan merupakan tolak ukur utama kemajuan suatu bangsa. Semakin berkualitas pendidikan di suatu bangsa maka semakin berkualitas pula sumber daya manusia di negara itu. Melalui sumber daya manusia yang berkualitas kemajuan suatu bangsa akan dapat dicapai.
Sejalan dengan perkembangan masyarakat dewasa ini pendidikan banyak mengalami berbagai tantangan. Salah satu tantangan yang sangat menarik adalah berkenaan dengan peningkatan mutu pendidikan, yang disebabkan masih rendahnya prestasi belajar. Berbagai usaha telah dilakukan oleh pengelola pendidikan dalam rangka meningkatkan prestasi belajar peserta didik, salah satunya dengan melakukan perubahan kurikulum sekolah. Langkah ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan mutu pendidikan. Namun kenyataannya prestasi belajar peserta didik terutama dalam bidang matematika masih tergolong rendah.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa banyaknya waktu yang diperlukan peserta didik untuk belajar matematika ternyata tidak mampu meningkatkan hasil belajar mereka. Hal ini tentunya tidak lepas dari peran seorang guru dalam mengajar di kelas. Pemilihan metode pembelajaran yang monoton merupakan salah satu penyebabnya karena dengan metode pembelajaran seperti itu memungkinkan peserta didik menjadi jenuh dalam belajar. Kejenuhan dalam belajar menyebabkan perhatian peserta didik terhadap materi menjadi menurun sehingga materi yang disampaikan tidak dapat diserap dengan optimal.
Pada dasarnya belajar matematika merupakan belajar konsep, sedangkan konsep–konsep dasar matematika merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Untuk itu dalam proses belajar mengajar yang terpenting adalah bagaimana guru dapat mengajarkan konsep itu, dan peserta didik dapat memahaminya. Walaupun pengajaran matematika dilakukan dengan memperhatikan urutan konsep dan dimulai dari hal sederhana, tetapi sampai saat ini matematika masih dianggap sebagai pelajaran yang sulit. Akibatnya banyak peserta didik yang bersikap acuh dalam proses belajar mengajar matematika.
Berdasarkan hasil obsevsasi awal, peserta didik Kelas X Multimedia B SMK Negeri 6 Majene masih banyak yang kurang menyukai dengan pembelajaran matematika ini terbukti, masih ada peserta didik yang tidak hadir pada saat pembelajaran berlangsung dengan alasan mereka tidak menyelesaikan tugas tambahan yang diberikan. Yang menyebabkan rendahnya hasil belajar matematika yang tidak mencapai nilai standar criteria ketuntasan minimal (yaitu ≥2,66). Hal senada juga dijumpai penulis pada pembelajaran matematika di Kelas X Multimedia B SMK Negeri 6 Majene yang mana dari 19 peserta didik hanya 36,84% yang mencapai nilai KKM. Dan ketuntasan klasikal adalah 85%.
Sehingga, penulis sangat tertarik untuk melakukan penelitian tersebut. Dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik dapat terwujud. Terlebih karena penelitian mengenai model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik belum pernah diterapkan atau dilakukan di sekolah ini. Untuk menumbuhkan Peserta didik sebagai pecinta Pembelajaran Matematika. dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik yang menjadi pilihan utama sebagai jalan dalam mencapai hal tersebut.
Melalui landasan inilah, penulis berinisiatif untuk memilih dan mengangkat judul penelitian sebagai berikut “Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Model inkuiri Dengan Pendekatan saintifik Pada Peserta Didik Kelas X Multimedia B Smk Negeri 6 Majene ” yang dimana penelitian mengenai pendekatan ini belum pernah dilakukan di sekolah ini. Dan akan menjadi rujukan untuk mencetak karya-karya selanjutnya. Dengan belajar untuk mengetahui, kemudian mencintai dan mengerti bagaimana pembelajaran matematika itu sebenarnya.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan sebelumnya, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “ bagaimanakah peningkatan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik pada peserta didik Kelas X Multimedia B SMK Negeri 6 majene”.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik pada peserta didik Kelas X Multimedia B SMK Negeri 6 Majene dapat ditingkatkan.

Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis.
Manfaat Secara Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi perkembangan teori khususnya mengenai teori yang berhubungan dengan model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik.
Manfaat Secara Praktis
a. Bagi Peserta didik, dapat memberikan suatu pengalaman yang bermanfaat bagi pengembangan pengetahuannya, melatih keberanian menyampaikan ide atau gagasan baru, dan memberikan gambaran tentang model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran matematika, serta diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik. Juga memotivasi peserta didik untuk belajar matematika dengan lebih baik lagi.
b. Bagi guru, menambah wawasan pengetahuan tentang model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik yang penerapannya dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pembelajaran peserta didik di kelas khususnya untuk mengatasi permasalahan hasil belajar matematika peserta didik.
c. Bagi peneliti, dapat mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik terhadap hasil belajar matematika peserta didik.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Belajar
Menurut Burton (Hosnan, 2014:3), berpendapat bahwa “belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka dapat berinteraksi dengan lingkungannya”.
Cronbach memberi batasan bahwa, learningis shown by change in behavior as a result of experience (belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil pengamatan). Makna dari defenisi yang dikemukakan oleh Cronbach (Hosnan, 2014:3) ini lebih dalam lagi, yaitu belajar bukanlah semata-mata perubahan dan penemuan, tetapi sudah mencakup kecakapan yang dihasilkan akibat perubahan dan penemuan. Setelah terjadi perubahan dan menemukan sesuatu yang baru, maka akan timbul suatu kecakapan yang memberikan manfaat bagi kehidupannya. Intinya belajar adalah outcome. Howard L. Kingskey (Hosnan, 2014:3) mengatakan, learning is the process by wich behavior (in the broader sence) is originated or changed through practice or training (belajar adalah proses dimana tingkah laku (arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktik atau latihan). Pendapat Kingskey hampir sama dengan yang dikemukakan oleh James O. Whitaker, yaitu perubahan yang timbul dilakukan secara sadar dan direncanakan. Kelebihan makna yang dikemukakan oleh Kingskey ini terletak pada kata “praktik”, yang memiliki penekanan makna pada kegiatan eksperimen.
Model Pembelajaran inkuiri
Model (Hosnan, 2014:337) adalah prosedur yang sistematis tentang pola belajar untuk mencapai tujuan belajar serta sebagai pedoman bagi pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran.
Menurut Hosnan (2014:337) Model pembelajaran adalah kerangka konseptual/operasional, yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para pengajar dalam merencanakan, dan melaksanakan aktivitas pembelajaran.
Model penerapan pembelajaran inkuiri sangat beragam dan bergantung pada tujuan penggunaan inkuiri tersebut. Model belajar secara inkuiri yang diperkenalkan oleh Alberta ( Hosnan, 2014:345) mengikuti tahapan sebagai berikut:
Perencanaan (planing), yang mencakup pembuatan rencana untuk melakukan inkuiri. Guru dan Peserta didik perlu menentukan topik inkuiri dan memilh sumber belajar atau sumber informasi yang diperlukan.
Mencari informasi (retrieving), yang mencakup pengumpulan dan pemilihan informasi, serta mengevaluasi informasi. Kegiatan memperoleh informasi juga mencakup pelaksanaan aktivitas inkuiri untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.
Mengolah (processing), yang mencakup analisis informasi dengan mencari hubungan dan melakukan interferensi.
Mengkreasi (creating), yang mencakup kegiatan mengelola informasi, mengkreasi produk, dan memperbaiki produk.
Berbagi (sharing), yang mencakup komunikasi atau paparan hasil pada audien yang terkait.
Mengevaluasi (evaluating), yang mencakup aktivitas evaluasi produk dan evaluasi proses inkuiri yang telah dilakukan. Kemampuan yang diharapkan adalah transfer kemampuan dalam menangani masalah lain.
Menurut Eruce & weil 1980, (Hosnan, 2014:346) latihan inkuiri dapat menambah pengetahuan sains, menghasilkan kemampuan berpikir kreatif, keterampilan dalam memperoleh dan menganalisis suatu data. Menurut Ivany dan Collins 1969, dalam Bruce & Weil, 1980 , (Hosnan, 2014:346) menjelaskan bahwa model ini memperoleh hasil yang lebih baik saat konflik semakin menguat, permunculan teka-teki dan pengalian/pendalaman topik. Inkuiri sebagai pembelajaran istimewa. Menurut Voss 1982, dalam bruce & weil, 1980 , (Hosnan, 2014:346) menyatakan bahwa inkuiri dapat digunakan untuk pembelajar sekolah dasar dan menengah, dapat menarik perhatian pembelajar yang tuli (keterbatasan fisik).
Ciri-Ciri pembelajaran inkuiri
Strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas Peserta didik secara maksimal untuk mencari dan menemukan. Artinya, strategi inkuiri menempatkan Peserta didik sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, peserta didik tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan pendidik secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari meteri pelajaran yang disampaikan.
Seluruh aktivitas yang dilakukan Peserta didik diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri. Dengan demikian, strategi pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar Peserta didik. Aktivitas pembelajaran biasanya dilakukan melalui proses Tanya jawab antara guru dan Peserta didik. Oleh Karena itu, kemampuan guru dalam menggunakan teknik bertanya merupakan syarat utama dalam melakukan inkuiri.
Tujuan dari penggunaan pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis , atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam pembelajaran inkuiri, Peserta didik tak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran, akan tetapi lebih pada bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya untuk lebih mengembangkan pemahamannya terhadap materi pelajaran tertentu.
Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran inkuiri
Menurut Hosnan (2014:342). Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran inkuiri adalah sebagai berikut :
Orientasi
Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif (membina suasana agar respon peserta didik selama proses pembelajaran tetap semangat). Pada langkah ini, pendidik mengondisikan agar peserta didik siap melaksanakan proses pembelajaran. Pendidik merangsang dan mengajak peserta didik untuk berpikir memecahkan masalah.
Merumuskan Masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa peserta didik pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang peserta didik untuk berpikir memecahkan teka-teki itu. Dikatakan teka-teki dalam rumusan masalah yang ingin dikaji disebabkan masalah itu tentu ada jawabannya, dan peserta didik didorong untuk mencari jawaban yang tepat.
Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Perkiraan sebagai hipotesis bukan sembarang perkiraan, tetapi harus memilki landasan berpikir yang kokoh, sehingga hipotesis yang dimunculkan itu bersifat rasional dan logis.
Mengumpulkan Data
Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang di butuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual.
Menguji Hipotesis
Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Dalam menguji hipotesis, yang terpenting adalah mencari tingkat keyakinan peserta didik atas jawaban yang diberikan.
Merumuskan Kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.
Keunggulan dan kelemahan pembelajaran inkuiri
Menurut Hosnan (2014:344). Keunggulan dan kelemahan pembelajaran inkuiri adalah sebagai berikut :
Pembelajaran inkuri merupakan pembelajaran yang banyak dianjurkan, karena strategi ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya sebagai berikut.
Pembelajaran inkuiri menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, efektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran inkuiri ini dianggap lebih bermakna.
Pembelajaran inkuiri dapat memberikan ruang kepada perserta didik untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
Disamping memilki keunggulan, pembelajaran inkuiri juga mempunyai kelemahan, diantaranya sebagai berikut.
Jika strategi ini digunakan sebagai pembelajaran, maka pembelajaran ini kurang cocok untuk anak usianya terlalu muda, misalnya SD.
Untuk kelas dengan jumlah siswa yang banyak, akan sangat merepotkan guru
Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya memerlukan waktu yang panjang sehingga sering pendidik sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
Pendekatan Saintifik dalam pembelajaran
Kegiatan dalam pembelajaran saintifik (Saintifik Approach)
No Kegiatan Aktifitas belajar
1 Mengamati (Observing) Melihat, mengamati, membaca, mendengar, menyimak (tanpa dan dengan alat)
2 Menanya (Questioning) Mengajukan pertanyaan dari yang faktual sampai yang bersifat hipotesis; diawali dengan bimbingan guru sampai dengan mandiri (menjadi suatu kebiasaan).
3 Mengumpulkan data (Experimenting) Menentukan data yang diperlukan dari pertanyaan yang diajukan, menentukan sumber data (benda, dokumen, buku, eksperimen), mengumpulkan data.
4 Mengasosiasi (Associating) Menganalisis data dalam bentuk membentuk kategori, menentukan hubungan data/kategori, menyimpulkan dari analisis data.
5 Mengomunikasikan Menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, diagram, bagan, gambar atau media lainnya.
Subtansi materi
Menemukan konsep SPLDV dan SPLTV
Menentukan penyelesaiaan SPLDV, SPLTV dan SPtLDV
E. Kerangka pikir
Kerangka berpikir merupakan bagian dari penelitian yang menggambarkan alur pikiran peneliti dalam memberikan penjelasan kepada orang lain (Mahmud, 2011:127). Uma Sekaran (Sugiyono, 2013:60) mengemukakan bahwa kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
Didalam kerangka pikir ini peneliti mengambil sampel dari peserta didik kelas X multimedia B SMK Negeri 1 Mejene. Dimana peserta didik kelas X multimedia B SMK Negeri 6 Majene ini terdapat masalah yakni rendahnya partisipasi peserta didik dalam mengikuti mata pelajaran matematika. Rendahnya partisipasi tersebut difaktorkan karena pembelajaran yang monoton, sehingga peserta didik merasa jenuh dan bosan pada pembelajaran matematika. Kemudian solusi yang akan diajukan adalah dengan pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tindakan yang diberikan berupa penerapan model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik. Sesuai dengan hakekat tindakan kelas maka prosedur pelaksanaan penelitian untuk masing-masing siklus melalui tahapan-tahapan perencanaan, pelaksaaan tindakan, observasi, dan refleksi.
Yang melatar belakangi peneliti memilih penelitian tindakan kelas adalah karena adanya masalah yang ditemukan didalam kelas, termasuk kurang aktifnya peserta didik dan hasil belajarnya tergolong rendah. Maka peneliti mencari cara untuk menyelesaiakan masalah (penyakit) yang ada didalam kelas dengan cara menerapkan model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik.
Setting Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelas X Multimedia B SMK Negeri 6 Majene, Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus sampai 15 September 2016 dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2016-2017.
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam II siklus. setiap siklus yang dilaksanakan merupakan rangkaian yang saling berkaitan.
Subjek Penelitian
Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X Multimedia B yang terdiri dari 19 peserta didik, dengan komposisi perempuan 5 peserta didik dan laki-laki 14 peserta didik.



Faktor Yang Diselidiki
Faktor Input
Faktor input yang dimaksud disini adalah hasil belajar dan aktivitas awal yang diperoleh peserta didik sebelum diterapkannya model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik khususnya kelas X Multimedia B SMK Negeri 6 Majene.
Faktor Proses
Faktor proses yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu proses yang dilaksanakan dalam siklus I sampai siklus II dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik
Faktor Output
Adapun faktor output yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik dan aktivitas setelah dilakukan proses pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan
Instrument Penelitian
Lembar Observasi
Lembar observasi merupakan lembar yang digunakan untuk mengamati kegiatan pembelajaran matematika secara teliti, cermat, dan hati-hati. Data yang dikumpulkan adalah data mengenai berbagai aspek observasi aktivitas peserta didik dan lembar observasi keterlaksanaan pendidik dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran dikelas, suasana kelas, pengelolaan kelas, hubungan interaksi antara guru dengan peserta didik maupun interaksi antar peserta didik.
Tes Hasil Belajar
Tes hasil belajar adalah seperangkat alat evaluasi tertulis yang digunakan untuk mengukur indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditetapkan setelah peserta didik mengikuti proses pembelajaran. Tes ini disusun dengan mengacu pada kompetensi dasar dan indikator yang sesuai dengan kurikulum 2013 yang berlaku di SMK Negeri 6 Majene.


Teknik Pengumpulan Data
Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi dan pelaksanaan tes hasil belajar.
Lembar Observasi aktivitas peserta didik
Observasi dibuat oleh peneliti, kemudian diberikan kepada observer sebelum proses pembelajaran berlangsung dan tugas observer dalam hal ini adalah mengobservasi aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran matematika. Dalam penelitian ini aktivitas peserta didik diukur meliputi aspek sebagai berikut :
Merumuskan masalah.
Merumuskan hipotesis.
Mengumpulkan data.
Menguji hipotesis.
Merumuskan kesimpulan.
Tes Hasil Belajar
Tes hasil belajar dilaksanakan pada akhir silklus I dan siklus II untuk memperoleh data mengenai hasil belajar peserta didik setelah mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajran inkuiri dengan pendekatan saintifik.
Teknik Analisis Data
Analis Data Observasi
Dalam penelitian ini, aspek yang diobservasi meliputi 6 aspek aktifitas yaitu Kehadiran peserta didik, keaktifan peserta didik dalam mengamati masalah yang diberikan, ikut serta dalam diskusi, pengajuan pertanyaan saat diberikan masalah, mempresentasikan hasil diskusi, mengerjakan tes secara individu atau kelompok.
Data observasi yang diperoleh dihitung kemudian dipersentasekan. Adapun perhitungan presentase tiap aspek sebagai berikut:



Analisis Data Hasil Belajar
Pengelolaan data pada penelitian ini dilakukan setelah terkumpulnya data. Selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Untuk analisis secara kuantitatif digunakan analisis deskriktif yaitu nilai rata-rata dan persentase. Selain itu akan ditentukan pula standar deviasi, tabel frekuensi, nilai tertinggi dan terendah yang peserta didik peroleh setelah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik.
Rata-rata ( x ̅)
Untuk menghitung nilai rata-rata hasil belajar peserta didik, digunakan rumus berikut (Herianto & Hamid 2007:4.3)
x ̅ = (∑_(i=1)^n▒〖f_i x_i 〗)/(∑▒f_i )
Keterangan:
x ̅ = Rata-rata nilai hasil belajar yang dicapai peserta didik.
f_i = frekuensi masing-masing data.
x_i = data hasil belajar peserta didik.
Modus (Mo)
Modus adalah data yang paling sering muncul atau data yang mempunyai frekuensi terbesar, jika semua data mempunyai frekuensi yang sama berarti data-data tersebut tidak mempunyai modus, tetapi jika terdapat dua yang mempunyai frekuensi tersebut maka data-data tersebut memiliki dua buah modus dan seterusnya.
Rumus mencari modus:
Mo = Bb + p(b_1/(b_1+b_2 ))
Keterangan :
Bb = Batas bawah kelas interval yang mengandung modus atau dapat juga dikatakan bahwa kelas interval yang mempunyai frekuensi tertinggi.
b_1 = Selisih frekuensi yang mengandung modus dengan frekuensi sesudahnya.
b_2= Selisih frekuensi yang mengandung modus dengan frekuensi sesudahnya.
p = Panjang kelas interval.
Median (Me)
Median adalah nilai data yang terletak ditengah setelah data itu disusun menurut urutan nilainya sehingga membagi dua sama besar (herrhyanto & Hamid, 2007:4.20). Jika banyak data ganjil, maka Me merupakan nilai data yang terletak di tengah-tengah dimana sebelah kiri dan kanannya masing-masing terdapat n data.
Me dapat dihitung dengan rumus berikut:
Me = Bb + p ((n/2-F)/f_m )Keterangan :
B_b = Batas bawah kelas interval yang mengandung Me.
f_m = Frekuensi kelas interval yang mengandung Me.
F = Frekuensi kumulatif sebelum kelas interval yang mengandung Me.
p = Panjang kelas interval.
Standar Deviasi
Standar deviasi dihitung dengan menggunakan rumus berikut (herrhyanto & Hamid, 2007:5.17):
s = √((∑▒(x_i- x ̅ )^2 )/(n (n-1)))
Keterangan:
S= standar deviasi nlai belajar yang dicapai peserta didik.
f_i= frekuensi masing-masing data.
x_i= data hasil belajar peserta didik.
n = jumlah data.

Indikator Kinerja
Penelitian ini dikatakan berhasil belajar jika:
Adanya peningkatan aktivitas peserta didik yang ditunjukkan dengan rata-rata persentase berdasarkan observasi aktivitas telah mencapai 75%.
Adanya peningkatan rata-rata hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik dan banyaknya peserta didik yang tuntas (dengan nilai KKM ≥ 2,66) telah mencapai 85% (disesuaikan dengan standar ketuntasan yang berlaku di SMK Negeri 6 Majene).
Indikator ketuntasan hasil belajar peserta didik
No Skor Kategori
1. 2,66 ≤ skor ≤ 4,00 Tuntas
2. 0,00 ≤ skor < 2,66 Belum tuntas
Sumber: SMK Negeri 6 Majene
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
SMK Negeri 6 Majene berada di bagian barat kota Majene dengan jarak dari Kota Kabupaten kurang lebih 94 km dan luas keliling 100 m^2 tepatnya di wilayah Desa Mekkatta Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Propinsi Sulawesi Barat. Dilihat dari wilayahnya, sekolah ini memiliki batas-batas sebagai berikut :
Sebelah barat berbatasan dengan jalan raya.
Sebelah timur berbatasan dengan lokasi persawahan.
Sebelah selatan berbatasan dengan lokasi persawahan dan pemukiman penduduk.
Sebelah utara berbatasan dengan lokasi pemukiman penduduk.
Deskripsi Setting Penelitian
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas, dimana tindakan yang dilakukan berupa penerapan model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik dengan prosedur pelaksanaan guruan untuk masing-masing siklus melalui tahapan-tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di kelas X Multimedia B SMK Negeri 6 Majene Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat yang teridri dari 19 peserta didik, dengan komposisi perempuan 5 peserta didik dan laki-laki 14 peserta didik. Dalam pelaksanaannya, penelitian berlangsung selama delapan kali pertemuan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat kali pertemuan. Pelaksanaan pembelajaran dalam penelitian ini berlangsung selama 4 jam pelajaran dalam setiap minggunya.
Pada akhir siklus I diadakan evaluasi dan refleksi guna mengetahui tingkat keberhasilan dari model yang diterapkan dan untuk merencanakan tindakan selanjutnya yang akan diterapkan pada siklus ke II. Demikian halnya pada siklus ke II, dilakukan pula evaluasi dan refleksi guna mengetahui tingkat keberhasilan dari model yang telah diterapkan.
Hasil Penelitian
Penelitian dimulai pada tanggal 25 Agustus 2016 sampai dengan 15 September 2016. Materi yang dipelajari adalah sistem persamaan dan pertid aksamaan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Siklus I terdiri dari 4 pertemuan dengan materi sistem pesamaan linear dua dan tiga variabel, dengan waktu 8 jam pelajaran. Sedangkan siklus II terdiri dari 4 pertemuan dengan materi himpunan penyeselesaian sistem persamaan linear tiga variabel dan pertidaksamaan linear dua variabel, dengan waktu 8 jam pelajaran. Masing-masing siklus tersebut dilaksanakan tes hasil belajar pada pertemuan ke-4.
Deskripsi Hasil Penelitian siklus I
Perencanaan Tindakan Siklus I
Pelaksanaan Tindakan Siklus I
Hasil Observasi dan Evaluasi Siklus I
Statistik Hasil Belajar Setelah Pelaksanaan Tindakan Siklus I Melalui Model Pembelajaran inkuir dengan pendekatan saintifik
STATISTIK NILAI STATISTIK
Subjek 19
Nilai Tertinggi 4.00
Nilai Terendah 1.00
Rentang Nilai 3.00
Nilai Rata-Rata 2.48
Modus 2.00
Median 2.70
Standar Deviasi 0.831
2.Deskripsi Hasil Penelitian siklus II
Perencanaan Tindakan Siklus II
Pelaksanaan Tindakan Siklus II
Hasil Observasi dan Evaluasi Siklus II
Statistik Hasil Belajar Setelah Pelaksanaan Tindakan Siklus II Melalui Model Pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifik
STATISTIK NILAI STATISTIK
Subjek 19
Nilai Tertinggi 4,00
Nilai Terendah 2,00
Rentang Nilai 2,00
Nilai Rata-Rata 3,16
Modus 3,00
Median 3,11
Standar Deviasi 0, 394

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model inkuiri dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas X Multimedia B SMK Negeri 6 Majene Kec. Malunda Kab Majene. Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya rata-rata hasil belajar peserta didik dari siklus I sebesar 2,70 menjadi 3,11 pada siklus II, selain itu ketuntasan peserta didik dalam pembelajaran juga dapat meningkat, pada siklus I sebanyak 10 orang atau 52,63% menjadi 8 orang atau 94,73 % pada siklus II. Selain dari tes hasil belajar peserta didik, dapat dilihat juga dari hasil observasi aktivitas peserta didik yaitu pada siklus I memiliki rata-rata 61,68 dengan kategori tidak aktif sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 85,95 dengan kategori sangat aktif. Hasil ini telah melampaui kriteria ketuntasan klasikal di SMK Negeri 6 Majene yaitu 85%.
Berdasarkan hasil analisis data diatas, baik dari tes hasil belajar dan hasil observasi aktivitas peserta didik bahwa penerapan model inkuiri dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas X Multimedia B SMK Negeri 1 Majene Kec. Malunda Kab Majene.
Saran
Berdasarkan pelaksanaan penelitian ini, maka disarankan beberapa hal sebagai berikut:
1. Saran untuk guru
Untuk terus berkreasi dengan melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajaran pada umumnya dan pembelajaran matematika pada khusunya. Guru harus berani mengubah paradigma belajar metematika dari guru yang ditakuti menjadi guru yang disenangi, sehingga peserta didik tertarik dan senang belajar matematika. Dengan demikian akan berimplikasi kepada peningkatan hasil belajar matematika peserta didik.
Saran untuk peserta didik
Beberapa usaha yang dapat ditempuh peserta didik dalam mengatasi kesulitan dan ketidak senangan terhadap mata pelajaran matematika adalah sebagai berikut:
Dalam mempelajari matematika, terlebih dahulu menanamkan dalam diri bahwa matematika tidaklah sulit melainkan dapat dipelajari dengan mudah dan menyenangkan.
Banyak mengerjak


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
2017
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this